Jawab Soal: Jual Beli Sistem Lelang

Jual Beli Sistem Lelang

Rasul saw melarang salah seorang dari kamu membeli di atas pembelian seorang yang lain sehingga ia meninggalkan kecuali ghanimah dan warisan.

Pertanyaan:

Bolehkah ikut serta dalam muzâyadah? Yaitu menghadirkan barang untuk dijual, dan siapa yang membayar lebih banyak ia yang membeli barang tersebut ?

Jawab:

Muzâyadah secara Bahasa : persaingan dalam menambah (menaikan) harga barang yang ditawarkan untuk dijual.

Secara istilah adalah orang-orang diundang untuk membeli barang dan orang-orang menambah (menaikkan) harga sebagian terhadap sebagian yang lain sehingga berhenti pada yang terakhir (penawar tertinggi) lalu ia berhak mengambil barang itu.

Jual Beli ini hukumnya boleh berdasarkan hadis Rasul saw yang dikeluarkan oleh at-Tirmidzi di dalam sunannya dari Anas bin Malik bahwa:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَاعَ حِلْسًا وَقَدَحًا وَقَالَ مَنْ يَشْتَرِي هَذَا الْحِلْسَ وَالْقَدَحَ فَقَالَ رَجُلٌ أَخَذْتُهُمَا بِدِرْهَمٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَزِيدُ عَلَى دِرْهَمٍ مَنْ يَزِيدُ عَلَى دِرْهَمٍ فَأَعْطَاهُ رَجُلٌ دِرْهَمَيْنِ فَبَاعَهُمَا مِنْهُ

Rasulullah saw menjual tempat anak panah dan pelana, Beliau bersabda: “Siapa yang mau membeli tempat anak panah dan pelana ini?” Maka salah seorang laki-laki berkata: “Saya ambil dengan harga satu dirham”. Lalu Nabi saw bersabda: ‘Siapa yang menambah lebih dari satu dirham, siapa yang menambah lebih dari satu dirham?” Lalu seorang laki-laki memberi Beliau dua dirham maka Nabi saw menjual keduanya kepada laki-laki itu. (at-Tirmidzi berkata: ini adalah hadis hasan)

Hadis ini tidak bisa dibantah oleh hadis Sufyan ibn Wahb al-Khawlani ra, ia berkata:

سَمِعْتُ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم يَنْهَى عَنْ بيْعِ المُزَيَدَةِ

Aku mendengar Rasulullah saw melarang jual beli muzâyadah

Hal ini karena hadis ini adalah dhaif. Di dalam sanadnya terdapat Ibn Lahi’ah dan dia dhaif.

Demikian pula tidak dibantah oleh hadis Ibn Umar:

نَهَى رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم اَنْ يَبِيْعَ اَحَدُكُمْ عَلَى بَيْعِ اَحَدٍ حَتَّى يَذَرَ اِلاَّ الغْنَائِمَ والْمَوَارِيْثَ

Rasul saw melarang salah seorang dari kamu membeli di atas pembelian seorang yang lain sehingga ia meninggalkan kecuali ghanimah dan warisan

Larangan ini berlaku pada saat jual beli itu telah diputuskan terhadap pembeli. Pada saat itu tidak boleh soerang pun datang dan berkata “saya bayar lebih banyak”. Sedangkah yang belum diputuskan sama sekali sebagaimana dalam muzâyadah maka hadis ini tidak bisa diberlakukan.

Al-‘Ayni di dalam Umdah al-Qârî mengatakan bahwa kebolehan jual beli muzâyadah ini adalah pendapat Malik, asy-Syafi’iy dan jumhur ahli ilmu.

8 Pebruari 2009 M

‘Atha’ bin Khalil Abu Rasytah

Sumber : Ensiklopedi Jawab Soal Amir Hizbut Tahrir, Al-‘Alim al-Jalîl ‘Atha’ bin Khalil Abu Rasytah Hafidzahullâhu, Hal. 242-243.

Baca juga: Hukum Membaca Al-Quran dengan Langgam Jawa